BREKING NEWS

AO Diduga Dihantam Sesama Napi hingga Mata Berdarah, Keluarga Desak Kalapas kelas 11A pkp Bertindak

INDONESIAPRIME, PANGKALPINANG — Keluarga warga binaan berinisial AO menuntut pertanggungjawaban pihak Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang atau Lapas Tua Tunu terkait dugaan kekerasan fisik yang dialami keluarganya di dalam Lapas,selasa(22/9/2026).

Menurut keterangan keluarga kepada awak media, peristiwa tersebut diduga terjadi pada Jumat (18/9/2026). AO yang disebut baru masuk menjalani masa pembinaan diduga mengalami kekerasan fisik oleh seorang warga binaan bernama Hendra, yang disebut berada di Blok D.

Keluarga menyebut akibat kejadian tersebut AO mengalami luka pada bagian mata hingga mengeluarkan darah. Bahkan, keluarga menggambarkan kondisi AO mengalami luka cukup parah setelah dugaan kekerasan tersebut.

Namun, keluarga baru mendapatkan informasi mengenai kejadian tersebut pada Senin (21/9/2026). Setelah mengetahui kondisi yang dialami AO, pihak keluarga mempertanyakan sistem pengawasan dan perlindungan terhadap warga binaan di dalam Lapas.

Keluarga meminta pihak Lapas Tua Tunu tidak tinggal diam dan segera melakukan pemeriksaan terhadap kejadian tersebut.
“Kami meminta pihak Lapas bertanggung jawab dan menindak tegas narapidana Hendra melakukan kekerasan terhadap keluarga kami. Jangan sampai persoalan ini dibiarkan,” ujar pihak keluarga AO.

Keluarga juga mempertanyakan mengapa warga binaan yang disebut sebagai pelaku belum mendapatkan tindakan tegas. Mereka meminta pihak Lapas memberikan penjelasan mengenai langkah yang telah dilakukan terhadap Hendra.

“Kalapas jangan diam atau tutup mata. Kami meminta pertanggungjawaban pihak Lapas atas kejadian yang menimpa keluarga kami,” tegas keluarga AO.

Pihak keluarga bahkan menyatakan akan menempuh jalur hukum apabila dugaan kekerasan tersebut tidak ditindaklanjuti secara serius.
Mereka meminta agar, apabila hasil pemeriksaan membuktikan adanya pelanggaran, Hendra diberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk kemungkinan ditempatkan di sel khusus sesuai prosedur pemasyarakatan apabila memang memenuhi dasar dan mekanisme yang ditetapkan.

Keluarga juga mempertanyakan apakah terdapat kelalaian dalam pengawasan petugas sehingga dugaan kekerasan terhadap AO dapat terjadi.
Publik Minta Kasus Tidak Didiamkan
Persoalan ini turut mendapat perhatian publik. Pihak keluarga berharap jajaran pemasyarakatan tidak hanya melakukan pemeriksaan internal, tetapi juga memberikan penjelasan secara terbuka mengenai kronologi dan langkah penanganan kasus tersebut.

Publik juga meminta Ditjenpas melalui jajaran Kanwil Ditjenpas Kepulauan Bangka Belitung ikut memastikan dugaan kekerasan tersebut diperiksa secara objektif.

Pertanyaan yang kini muncul adalah bagaimana mekanisme pengawasan terhadap warga binaan, khususnya terhadap warga binaan yang baru masuk, serta bagaimana perlindungan diberikan apabila terjadi dugaan kekerasan di dalam blok hunian.

Hingga berita ini disusun, keterangan resmi dari pihak Lapas Kelas IIA Pangkalpinang terkait kronologi kejadian, kondisi AO, dugaan keterlibatan Hendra, serta tindakan yang telah dilakukan terhadap yang bersangkutan masih diperlukan untuk melengkapi pemberitaan secara berimbang.

Seluruh informasi mengenai dugaan kekerasan dan dugaan kelalaian petugas dalam berita ini bersumber dari keterangan keluarga AO dan masih memerlukan verifikasi serta klarifikasi resmi dari pihak Lapas.
KABAR NASIONAL
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Read Documentation