Categorised Posts

Rumah Ibu Laila Dibangun Kembali, Menata Harapan Setelah Musibah

INDONESIAPRIME, TANGERANG Harapan baru mulai tumbuh bagi Ibu Laila dan keluarganya di Kampung Kijamal Segrog Desa Gunung Kaler Kecamatan Gunung Kaler, Kabupaten Tangerang. Setelah rumah mereka roboh diterjang angin puting beliung, pembangunan kembali hunian tersebut mulai dilakukan.

Peletakan batu pertama dilaksanakan pada Jumat (14/8/2026), menandai dimulainya pembangunan rumah yang diharapkan dapat memberikan tempat tinggal yang lebih aman, sehat, dan layak bagi keluarga Ibu Laila.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang H. Iwan Firmansyah, S.Sos., S.T., M.Si., Camat Gunung Kaler Udin, S.Ag., S.IP., PP., Cecep selaku Asisten Kepala Desa Gunung Kaler, tokoh masyarakat Gunung Kaler H. Sodik, staf RT dan RW, serta Supiadi, Ketua RTLH.

Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan bahwa pemulihan masyarakat setelah musibah membutuhkan koordinasi dan kerja bersama, terutama agar perhatian kepada warga dapat berlanjut hingga proses pemulihan benar-benar terealisasi.

Bagi Ibu Laila, dimulainya pembangunan rumah tersebut menjadi kabar yang berarti, setelah kehilangan tempat tinggal akibat bencana, ia berharap pembangunan dapat berjalan lancar dan segera selesai sehingga keluarganya dapat kembali memiliki tempat tinggal yang aman dan layak.

Ia juga berharap Kepala Desa Gunung Kaler terus memberikan perhatian dan pendampingan selama proses pembangunan berlangsung.

Harapan tersebut disampaikan agar pembangunan berjalan sesuai rencana dan rumah yang nantinya ditempati benar-benar memberikan rasa aman bagi keluarganya.

Atas perhatian dan respons Pemerintah Kabupaten Tangerang terhadap kondisi Ibu Laila, apresiasi juga disampaikan kepada Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid.

Langkah pemerintah daerah yang memastikan rumah Ibu Laila dibangun kembali dinilai menjadi bentuk nyata perhatian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah.

Apresiasi tersebut sekaligus menjadi harapan agar kepedulian terhadap warga yang membutuhkan dapat terus dipertahankan, tidak hanya dalam situasi bencana, tetapi juga dalam berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.

Rumah bagi Ibu Laila bukan sekadar bangunan. Di tempat itulah keluarga berkumpul, membesarkan anak, dan menata kembali kehidupan setelah melewati masa sulit.

Karena itu, pembangunan rumah tersebut diharapkan tidak hanya menjadi penyelesaian atas kerusakan akibat bencana, tetapi juga menjadi bagian dari proses pemulihan kehidupan keluarga Ibu Laila.

Sinergi antara pemerintah daerah, kecamatan, pemerintah desa, tim RTLH, serta unsur masyarakat diharapkan terus terjaga hingga pembangunan selesai.

Musibah telah merobohkan rumah Ibu Laila. Namun, peletakan batu pertama pada Jumat ini menjadi penanda bahwa dari sebuah kehilangan, harapan masih dapat dibangun kembali.

Kini, harapan Ibu Laila sederhana, memiliki rumah yang layak, aman, dan nyaman, tempat keluarganya dapat kembali berkumpul serta menatap masa depan dengan lebih tenang.
Latest News
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Read Documentation